Kamis, 11 Juli 2019

Ibu Casyatun, Permata yang Ditempa dengan Kesulitan Hidup

Ibu Casyatun, Permata yang Ditempa dengan Kesulitan Hidup

Namanya adalah Ibu Casyatun. Pertama kali bertemu, saya tidak menyangka wanita tangguh nan sederhana ini kelak akan saya sebut sebagai ibu mertua. Bukan tanpa alasan kenapa ungkapan tangguh disematkan padanya. Beliau, yang hanya seorang ibu rumah tangga berhasil menyekolahkan keenam putra-putrinya sampai ke jenjang perguruan tinggi, seorang diri. 

Sang suami yang seorang pegawai negeri telah berpulang karena terserang penyakit batu ginjal. Saat itu, putra-putri mereka masih membutuhkan suntikan dana untuk pendidikan. Tak pelak lagi, masa-masa yang sangat sulit menghampiri kehidupannya. Sebagian harta benda yang dipunya terpaksa dilepas untuk kebutuhan pendidikan putra-putrinya. Bekal lain yang beliau punya adalah uang pensiunan dari sang suami, disertai niat yang tulus ikhlas untuk keenam buah hati. 

Siapa yang menyangka, akhirnya janda paruh baya itu berhasil mengantarkan keenam putra-putrinya ke gerbang wisuda? Beliau kerap kali menceritakan perjalanan rumah tangganya yang tidak mudah. Bertahun-tahun menemani sang suami mengabdi dengan gaji yang tidak mencukupi, mengharuskan mereka hanya makan nasi sehari sekali. 

Namun begitu, beliau selalu berpesan agar sebisa mungkin, seorang istri mampu menutupi keadaan pahit rumah tangganya. Berpakaianlah yang pantas untuk menjaga kehormatan suami, begitu ujarnya. Beliau adalah wanita yang sangat menginspirasi bagi diri saya pribadi. 

Selain tangguh, Ibu Casyatun juga adalah sosok yang sangat sederhana. Kehalusan budi pekerti adalah pakaiannya sehari-hari. Orang-orang yang menzaliminya, mencibir, menghina, sama sekali bukan suatu alasan bagi hatinya untuk mendendam. Saya kadang bertanya-tanya, terbuat dari apa hati yang bisa sesabar itu? 

Menjadi janda bukanlah hal yang mudah dalam urusan apa pun. Ada saja gunjingan miring yang sering kali tertuju untuk beliau, namun semuanya hanya beliau anggap angin lalu saja.  Tanpa akhlaknya yang sempurna, tentu susah sekali mengendalikan emosi pada orang-orang yang terus membuatnya sakit hati. 

Di balik itu semua, putra-putrinya tumbuh dengan pemahaman yang baik, sangat patuh dan menghargai beliau. Bagi keenam putra-putrinya, Ibu Casyatun adalah permata yang harus dimuliakan, dan didikannya sendiri lah yang membuat anak-anaknya begitu patuh. Beliau selalu mengajak anak-anaknya berdiskusi, berbicara dari hati ke hati. Menjadi bagian dari keluarganya adalah suatu kebahagiaan. Beliau adalah sosok ibu yang sempurna dengan segala kekhawatiran seorang ibu, dan ketegasan seorang ayah.

Kini, Ibu Casyatun harus selalu menaati jadwal check up-nya di rumah sakit. Beliau memang memiliki penyakit magh yang telah kronis. Meski begitu, beliau tidak pernah mau merepotkan anak-anaknya yang kebanyakan ada di luar kota. 

Saat mendampinginya di rumah sakit kala beliau harus opname, saya menyadari sesuatu. Betapa lelah wajah itu, namun tak sedikit pun beliau pernah mengeluh. Kehidupan penuh duri yang dilaluinya adalah jalan yang semakin membuatnya menjadi wanita tegar. Laksana berlian, dari tempaan yang menyakitkan itu kini beliau telah menjelma menjadi sinar yang berpendar.

Satu hal yang sudah sejak lama menjadi cita-cita beliau adalah menyambangi tanah suci. Keinginannya untuk umrah, meski tidak dituturkan langsung pada putra-putrinya, begitu kentara. Sorot matanya selalu menghadirkan kerinduan saat beliau mengucapkan kata Makkah. Dengan semua hal yang sudah beliau korbankan, maka umrah adalah sebuah hadiah yang sangat pantas untuk diterimanya. 

Asuransi wakaf Allianz adalah produk dari asuransi Jiwa Unit Link AlliSya Protection Plus yang bisa membantu mewujudkan cita-cita orang-orang seperti Ibu Casyatun. Ada berbagai macam keunggulan yang bisa didapat dari asuransi ini, antara lain wakaf yang ringan karena dilakukan melalui Setoran Kontribusi Berkala.

Selain itu, produk asuransi wakaf Allianz ini sudah terpercaya dan tentunya amanah dalam menyerahkan wakaf kepada pihak yang layak menerima. Mari, ikut serta dalam sumbangsih yang besar untuk masyarakat bersama asuransi wakaf dari Allianz. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Catatan Faris Java Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates