Kamis, 22 Agustus 2019

Batik, Dari Sumatera Hingga Papua


Batik, Dari Sumatera Hingga Papua

Sebagai warisan budaya khas Indonesia, batik telah diakui secara internasional. Bahkan UNESCO menobatkannya sebagai warisan budaya lisan non bendawi, sehingga kita memperingati Hari Batik pada tanggal 2 Oktober. Kain tradisional ini bukan hanya berasal dari Pulau Jawa saja, lho. Bahkan batik merupakan kain yang juga menjadi ciri budaya berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya :

1. Batik Aceh

Sebenarnya budaya membatik bukanlah kebiasaan masyarakat Aceh. Kain bertenun lebih umum dipakai oleh warga Aceh. Namun budaya yang dibawa masyarakat transmigran dari Jawa ke Aceh mempengaruhi budaya Aceh juga. Batik Aceh tidak berwarna dominan natural seperti lazimnya di Jawa. Melainkan berwarna-warni ceria dan berani. Seperti merah, hijau dan kuning. Motifnya juga bercampur dengan budaya khas setempat, seperti motif pintu rumah tradisional Aceh.

2. Batik Tabir Riau

Populer sejak awal tahun 2000-an, Batik Tabir Riau kian mendapat tempat di tengah budaya Indonesia. Dengan warna-warni cerah seperti merah, kuning, oranye, hijau dan biru, Batik Tabir Riau memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan batik pada umumnya. Selain menggunakan motif dan corak khas Melayu seperti motif lebah bergantung, itik pulang petang, atau sedap malam, kain khas Riau ini juga berbeda dalam penempatan motifnya.

Corak kain ini membujur dari arah atas kain ke bawah, sehingga jika dilihat menyerupai bentuk tabir atau tirai. Karena itulah ada kata ‘tabir’ di tengah namanya. Kain ini juga memiliki kekhasan tersendiri di tiap daerah di Riau. Yang paling terkenal adalah Batik Tabir Riau dari daerah Siak Sriindrapura.

3. Batik Cirebon

Bagi masyarakat Cirebon, membatik adalah budaya kearifan lokal yang telah berlangsung turun-temurun sejak zaman kerajaan Cirebon. Itu sebabnya kain khas Cirebon ini memiliki ciri tersendiri yang membedakannya dengan batik lain di pulau Jawa. Kain tradisional dari Kota Udang ini memiliki warna yang relatif lebih cerah dan beragam dari batik Jawa Tengah.  
Motif yang paling terkenal adalah mega mendung, yang berupa awan mendung berarak. Melukiskan kepercayaan orang Cirebon bahwa hujan adalah berkah yang dinanti-nanti.

4. Batik Solo

Batik Solo adalah batik yang paling terkenal di Indonesia, selain batik dari Yogyakarta. Didominasi oleh warna cokelat, baik itu cokelat tua dan muda, kehitaman, maupun kemerahan, tiap coraknya memiliki arti yang mendalam.

Batik Solo memiliki ratusan jenis motif dan corak, misalnya motif parang dan motif truntum yang melukiskan cinta sejati. Motif truntum ini dipakai oleh pengantin pada acara pernikahan dengan harapan cinta yang menaungi kedua mempelai akan abadi hingga maut menjelang.

5. Batik Malang

Sebagai salah satu kota tujuan wisata terkenal di Jawa Timur, Malang bukan hanya terkenal dengan buah apelnya yang lezat tapi juga batiknya yang indah. Motif kain tradisional ini agak berbeda di Malang. Diantaranya motif candi, sulur tanaman, singa, dan bebungaan. Warna yang dipilih juga terang dan cerah, tapi ada juga yang gelap. Misalnya motif kembang kopi, yang menampilkan warna hitam.

6. Batik Balikpapan

Sebagai salah satu kota besar di pulau Kalimantan, Balikpapan juga memiliki batik khasnya sendiri. Dengan motif tumbuh-tumbuhan dan binatang khas Balikpapan, menjadikannya unik dan berbeda dari batik daerah lainnya. Motif yang terkenal misalnya beruang madu, mangrove, serta jahe.

7. Batik Tana Toraja

Tana Toraja terkenal akan ukiran dan kain tenunnya. Seiring waktu, batik juga mulai merambah daerah eksotis di Sulawesi ini. Motif batik Toraja diambil dari motif ukir-ukiran tadi. Dengan warna khas merah, hitam, putih dan kuning, motif terkenal dari Toraja adalah pa’teddong yang berarti kepala kerbau.

8. Batik Papua

Adakah yang tahu, bahwa Papua pun memiliki batik? Motifnya hampir sama dengan Balikpapan, yaitu hewan-hewan khas daerah. Yang paling terkenal adalah motif burung cenderawasih, burung khas yang menjadi lambang provinsi paling timur di Indonesia itu.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Catatan Faris Java Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates