Kamis, 21 Mei 2020

Mencari Sesuap Nasi dengan Memulung, Ompung El Pantang Menyerah


Mencari Sesuap Nasi dengan Memulung, Ompung El Pantang Menyerah

Bekerja merupakan salah satu cara untuk tetap bertahan hidup. Tidak sedikit tulang punggung keluarga yang bekerja pagi hingga malam agar tetap bisa menghidupi keluarganya. Rasa lelah pun tidak dihiraukan. Mereka tetap tersenyum begitu sampai di depan pintu rumahnya, sambil sesekali menyeka keringat yang sedari tadi mengucur.

Kejadian seperti itu juga dirasakan oleh Ompung El. Di usia yang sudah tidak produktif, ia masih gigih untuk bisa menghidupi keluarganya. Kegigihan dan semangat juang ini sudah mendarah daging sejak ia terlibat dalam perang Tapanuli beberapa puluh tahun silam. Akibat peperangan tersebut, pendengaran Ompung El menjadi rusak. Ini tentu saja mengganggu aktivitasnya dalam mencari nafkah.

Sosok Ompung El
Nama lengkapnya El Simanjuntak. Namun, orang-orang di sekitarnya memanggilnya dengan sebutan Ompung El. Tahun ini usianya menginjak 75 tahun Angka tersebut tentu saja bukan angka yang muda lagi untuk tetap beraktivitas. Namun, mau semangatnya dalam mencari nafkah masih tertanam dalam diri ompung El. Aktivitas sehari-harinya dihabiskan untuk mencari barang bekas.

Untuk mencari barang bekas, Ompung El menggunakan sepeda tuanya. Sambil mengayuh, matanya fokus pada benda-benda di sekitarnya, barangkali ada barang yang bisa ia ambil. Ia biasa berkeliling di sekitar Gading Griya dan Pegangsaan Dua, Jakarta Utara. Ia bekerja mulai dari pagi hingga malam sampai wadah-wadahnya penuh dengan barang bekas. Kemudian, ia menjualnya pada pengepul yang tidak jauh dari tempatnya mengumpulkan barang bekas.

Di usia senjanya, Ompung El ditemani oleh istri dan dua orang anaknya di sebuah rumah di Jl. Rawa Gatel RT 02, Kecamatan Cakung, Jakarta timur. Ia hidup sangat sederhana. Penghasilan sehari-harinya cukup untuk makan sehari-hari, namun tidak untuk membayar listrik setiap bulan. Oleh karena itu, rumah Ompung El dibiarkan gelap gulita dan hanya bermodalkan lilin saja saat malam hari.

Kebaikan untuk Ompung El

Dibalik usianya yang sudah begitu senja, Ompung El tetap bersemangat mencari nafkah untuk keluarganya. Baginya, tidak ada alasan untuk meminta-minta selama badan masih bisa diandalkan untuk menghidupi keluarganya. Untuk itu, sosok Ompung El bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tetap berjuang mengarungi kehidupan yang begitu kerasnya. Ia juga seringkali berbuat baik pada orang-orang di sekitarnya, sehingga ia dikenal sebagai orang yang baik hati dan penuh syukur.

Untuk menebarkan kebaikan seperti Ompung El, kita bisa memulainya dengan menjadi peserta produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus dari Allianz. Dengan menggunakan layanan asuransi AlliSya Protection Plus, kita bisa memberikan perlindungan jiwa dan kesehatan secara maksimal, ringan, dan adil, kepada orang-orang terkasih. Oleh karena itu, masa depan kesehatan dan jiwa tidak perlu dikhawatirkan karena biayanya sudah terjamin.

Asuransi Syariah Indonesia Allianz juga menawarkan fitur wakaf yang bisa membantu kita untuk senantiasa berbagi rezeki kepada sesama. Pada asuransi ini, ada fitur dana musibah yang dikelola oleh sebuah program sosial yang nantinya akan disalurkan kepada peserta asuransi lain yang lebih membutuhkan. Dari dana wakaf tersebut, ada banyak orang yang bisa merasakan manfaat kebaikan yang berlimpah.

Yuk, #AwaliDenganKebaikan bersama Allianz. Dengan menebarkan kebaikan seperti yang Ompung El lakukan, kita bisa memberikan manfaat sebanyak-banyaknya pada orang sekitar. Selain itu, bantu juga Ompung El untuk mendapatkan kebaikan berlimpah dari Allianz berupa paket umroh gratis dengan tidak menunda untuk melakukan hal-hal baik.


0 komentar:

Posting Komentar

 

Catatan Faris Java Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates